Monday, October 21, 2013

Quote by Richard S. Snell


Again I say to the Medical Students:

The first day that you look at or place your hand on a patient, you require a basic knowledge of anatomy to interpret your observations. It is in the Anatomy Department that you learn the basic medical vocabulary that you will carry with you throughout your proffessional career and that will enable you to converse with your colleagues. Anatomy can be a boring subject; clinical anatomy is fascinating

In an era of unprecedented technological advances and automation, remember that your patient is a human being like yourself and should always receive the personal attention, respect, and care that you wpuld wish to receive in similar circumtances. Your knowledge of their anatomy may save their life.

Saturday, October 19, 2013

Procedure : lets do it!

Saya sedang memeriksa anak  tahun ketika kemudian terdengar, "Siapkan EKG!" ucap mas Hendra saat membuka pintu IGD, sambil tangannya menarik brankar. Mas Hendra perawat igd. Satu orang lagi membantunya dengan mendorong dari belakang. Dengan alasan triase saya hentikan pemeriksaan yang memang sudah saya selesaikan. 

Saya dekati brankar itu. Saya masuk ke balik tirai. " kasus apa mas?" tanya saya. "DOA mas" jawab dia. DOA adalah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut pasien sudah meninggal sebelum tiba di IGD. Saya langung cek nadinya, hasilnya 0. Respirasinya pun juga. Pupil midriasis maksimal. Sambil menunggu mas Hendra memasang ekg, saya periksa keadaan fisik pasiennya. Saya lakukan untuk mencari kepastian penyebab kematiannya. Hasilnya tidak ada tanda kekerasan.

Penasaran dengan penyebabnya, saya panggil keluarga yang mengantar. Saya tanyakan cerita detilnya. Apa ada riwayat sakit atau trauma. Saya terkejut mendengar cerita keluarga. Bukan isi riwayatnya, tapi cerita bahwa pasien sebenarnya telah dibawa ke puskesmas. Menurut petugas disana, pasien dan keluarga diminta langsung ke rs saja. Berangkat sendiri tanpa perlu pendampingan ambulance. Saya tanya keadaan pasiennya saat itu, menurut keluarga sama ketika diantar ke rs ini.

Jenazah dirawat mas Hendra dan kru perawat, sedangkan saya kembali ke pasien anak tadi.

Sambil menulis hasil pemeriksaan pasien anak tadi, saya masih kepikiran tentang cerita tadi. Kenapa tidak ditangani di puskesmas untuk pertolongan awal? Saya yakin puskesmas mampu, kalau tidak mampu pasti akan merujuknya dengan pendampingan ambulance. Kalau memang hanya untuk memastikan kematian kenapa tidak dilakukan di igd puskesmas saja. Bukankah igd puskesmas mampu untuk menentukan kematian pasien.

Begitulah realitas pelayanan di negeri ini. Selalu ada kemungkinan hal-hal ganjil dalam pelayanan. Saya ragu untuk menyalahkan pihak puskesmas, tapi juga tidak bisa menutupi bahwa ada sesuatu yang tidak tepat yang dilakukan mereka. Begitulah pelayanan, perlu standar prosedur yang perlu dibuat dan ditaati. Bukan untuk mempersulit. Tapi juga akhirnya menjaga kita untuk memberikan hal yang terbaik bagi penderita.

"Pasiennya yang mana mas?" tanya residen Anak membuyarkan pikiranku tentang kasus DOA tadi.....


#hari pertama jaga IGD, 19 Oktober 2013.

Wednesday, October 16, 2013

Dr. Keith L. Moore: “Ini Tidak Mungkin! Muhammad Pasti Menggunakan Mikroskop”

DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama Profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :
 
“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”
 
Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”
 
“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.
 
***
Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqah (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu'minuun: 13-14] 
 
Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqah’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit. Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu. Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar. Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

***
Referensi:
American Association Anatomist : A Conversation with Keith L. Moore 
Video: Embryology in the Qur’an – Bone and Muscle development
Embryology in the Qur’an – Correlation Studies with Modern Embryology